Pertandingan yang terjadi di hari sabtu akhir minggu lalu,
membuahkan cerita berbeda bagi beberapa orang yang menyaksikan laga yang
disiarkan langsung di Emirates Stadium. Arsenal yang memang serius mengincar
posisi 4 besar sebagai salah satu pencapain terbaik musim ini atau bisa disebut 4 besar itu sudah
setara dengan raihan sebuah trofi, harus terseok seok terlebih dahulu melawan
Norwich namun bersenang senang kemudian.
Starting line up yang kuat? Atau rotasi? Tidak munculnya
Podolski di Starting, sempat menimbulkan perasaan was was bagi para fans yang
mendengar rumor bahwa dirinya akan segera di jual. Terlebih lagi, perasaan was –
was semakin meningkat dengan tidak bisanya seorang Gervinho memenmbuh
pertahanan dari Norwich dengan dribble ciamiknya seperti pertandingan
sebelumnya. Dengan kembalinya Jack Wilshere dan cedera Tomas Rosicky, Arsenal berharap
banyak dengan adanya tuah si pemain yang baru kembali dari cedera ini. Tetapi
apa yang terjadi malah kebalikan dari apa yang diharapkan, Wilshere belum bisa
kembali menunjukan performanya di pertandingan ini dan Ramsey malah yang muncul
sebagai “Unsung Hero” bagi tim yang
bermarkas di London Utara ini.
Di saat Ramsey memegang kendali bola dan akan mengopernya ke
Arteta, para pemain bersiap membentuk pola penyerangan.
Ramsey dari titik awal ia berada di lingkaran, berperan sebagai Box To Box yang tidak hanya berkonsentrasi kepada pengatur serangan, tetapi kembali lagi ia membuka celah dan berperan sebagai penyelesai.
Di telanjangi bulat – bulat seperti di Carrow Road? Dilihat
dari prosesi goal ke dua dari Arsenal, bisa dilihat dari gambar di atas, pola
penyerangan Arsenal di rubah. Podolski dan Giroud yang di lingkari itu berposisi sebagai CF, Arsenal seperti kembali
dengan posisi 4-4-2 walaupun disini Ramsey terlihat sebagai Right Wing dibanding
Right Back.
Marking ketat yang terlihat dengan panah berwarna kuning
itu, menandakan bahwa tekanan dia area biasa Arsenal memainkan bola harus
segara dikurangi dengan tusukan – tusukan. Sayangnya, tusukan drible versi
Gervinho di babak pertama dan awal babak kedua tidak berhasil. Tetapi tusukan
serangan versi Chamberlain dengan memanfaatkan 1-2 menghancur leburkan marking
Norwich yang memang harus pada setiap pemain yang ada.
Kembali ke bagaimana jalannya pertandingan. Arsenal memang harus benar benar berterima kasih dengan adanya hadiah penalti yang diberikan cuma cuma oleh hakim garis. Mungkin jika tidak mendapatkan itu sebelum menit 85, hasil 3-1 yang kita nikmati sekarang tidak bisa kita rasakan. Walaupun kemenangan ini jujur saja berbau keberuntungan tetapi terlepas dari itu keputusan Arsene Wenger menggani para pemainnya dan merubah taktiknya sangat briliant. Para pemain pengganti ini turut berperan besar atas kemenangan Arsenal dengan kontiribusi Walcott & Ox 1 assists, Podolski 1 goal.
Kembali ke bagaimana jalannya pertandingan. Arsenal memang harus benar benar berterima kasih dengan adanya hadiah penalti yang diberikan cuma cuma oleh hakim garis. Mungkin jika tidak mendapatkan itu sebelum menit 85, hasil 3-1 yang kita nikmati sekarang tidak bisa kita rasakan. Walaupun kemenangan ini jujur saja berbau keberuntungan tetapi terlepas dari itu keputusan Arsene Wenger menggani para pemainnya dan merubah taktiknya sangat briliant. Para pemain pengganti ini turut berperan besar atas kemenangan Arsenal dengan kontiribusi Walcott & Ox 1 assists, Podolski 1 goal.
Bonus Video :































